Doa Dasar
Doa Tobat Katolik
Sumber teks: Puji Syukur no. 25–26; Kompendium Katekismus Gereja Katolik, Appendix Doa-Doa Umum (vatican.va) untuk versi Inggris & Latin
Doa Tobat adalah ungkapan penyesalan atas dosa yang didaraskan dalam ibadat tobat dan Sakramen Pengakuan Dosa. Di Indonesia, rumusan yang umum dipakai berasal dari buku Puji Syukur no. 25 dan no. 26. Halaman ini memuat teks lengkap kedua rumusan tersebut, versi bahasa Inggris (Act of Contrition) dan bahasa Latin (Actus contritionis), serta penjelasan kapan doa ini didaraskan.
Doa Tobat — Puji Syukur no. 25
Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. Amin.
Doa Tobat — Puji Syukur no. 26 (rumusan alternatif)
Ya Allah, Engkaulah yang harus kukasihi lebih dari segala sesuatu. Aku menyesal sungguh atas dosa-dosaku. Dengan sengaja aku berbuat salah dan tidak mau berbuat baik. Aku telah berdosa terhadap Engkau. Dengan pertolongan rahmat-Mu, aku berniat teguh untuk bertobat, dan untuk tidak berdosa lagi. Berilah aku kekuatan untuk menghindari apa saja yang menjerumuskan aku ke dalam dosa. Ya Allah, kasihanilah aku, dalam nama Yesus Kristus, Juruselamatku, yang telah menderita sengsara dan wafat bagiku. Amin.
Doa Tobat dalam bahasa Inggris (Act of Contrition)
O my God, I am heartily sorry for having offended Thee, and I detest all my sins because of Thy just punishments, but most of all because they offend Thee, my God, who art all good and deserving of all my love. I firmly resolve, with the help of Thy grace, to sin no more and to avoid the near occasion of sin. Amen.
Doa Tobat dalam bahasa Latin (Actus contritionis)
Deus meus, ex toto corde paenitet me omnium meorum peccatorum, eaque detestor, quia peccando, non solum poenas a te iuste statutas promeritus sum, sed praesertim quia offendi te, summum bonum, ac dignum qui super omnia diligaris. Ideo firmiter propono, adiuvante gratia tua, de cetero me non peccaturum peccandique occasiones proximas fugiturum. Amen.
Kapan Doa Tobat didaraskan?
Doa Tobat umumnya didaraskan pada tiga kesempatan. Pertama, dalam ibadat tobat, misalnya pada masa Prapaskah atau ibadat tobat bersama di paroki. Kedua, dalam Sakramen Pengakuan Dosa, setelah menyampaikan dosa kepada imam dan sebelum menerima absolusi. Ketiga, dalam doa pribadi, misalnya saat pemeriksaan batin pada malam hari. Untuk persiapan pengakuan dosa yang lebih lengkap, lihat tata cara pengakuan dosa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan Doa Tobat dibaca? Doa Tobat dibaca dalam ibadat tobat, dalam Sakramen Pengakuan Dosa setelah pengakuan dosa, dan dapat juga didoakan secara pribadi sebagai ungkapan penyesalan harian.
Doa Tobat Puji Syukur nomor berapa? Ada dua rumusan yang umum dipakai: Puji Syukur no. 25 (“Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku…”) dan Puji Syukur no. 26 sebagai rumusan alternatif (“Ya Allah, Engkaulah yang harus kukasihi…”).
Apakah Doa Tobat sama dengan Saya Mengaku? Tidak sama. “Saya Mengaku” (Confiteor) adalah pernyataan tobat bersama di awal Misa, sedangkan Doa Tobat adalah ungkapan penyesalan pribadi yang didaraskan dalam ibadat tobat dan pengakuan dosa.
Apakah Doa Tobat harus dihafal sebelum pengakuan dosa? Tidak harus. Jika belum hafal, sampaikan saja kepada imam. Yang terpenting adalah penyesalan yang tulus, bukan hafalan yang sempurna.