Beranda · Doa

Diperbarui: 21 Oktober 2026

Devosi

Doa Santo Fransiskus Asisi

Sumber teks: Mirifica.net (Komisi Komunikasi Sosial KWI)

Doa Damai Santo Fransiskus Asisi adalah salah satu doa Katolik paling terkenal di dunia, sering didaraskan dalam ibadat perdamaian dan peringatan-peringatan khusus. Doa ini memohon agar kita dijadikan pembawa damai di tengah kebencian, pengampunan di tengah penghinaan, dan terang di tengah kegelapan.

Doa Damai Santo Fransiskus Asisi

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.

Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.

Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.

Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.

Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan.

Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.

Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.

Sebab dengan memberi aku menerima, dengan mengampuni aku diampuni, dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya. Amin.

Tanya Jawab

Kapan doa ini biasa didaraskan? Doa ini sering didaraskan dalam ibadat perdamaian, peringatan Hari Perdamaian Sedunia (1 Januari), dan acara-acara kerukunan antarumat beragama, termasuk dalam bahan Misa Hari Komunikasi Sedunia yang diterbitkan Komisi Komunikasi Sosial KWI.

Catatan: doa ini populer disandarkan kepada Santo Fransiskus, tetapi penelitian sejarah (Christian Renoux, Universitas Orleans, 2001, diringkas L’Osservatore Romano) menunjukkan teksnya pertama kali terbit secara anonim di Prancis pada 1912 dan baru dikaitkan dengan Fransiskus sekitar 1925. Vatikan sendiri pernah ikut mempopulerkannya: pada 1915 teks ini dikirim kepada Paus Benediktus XV, yang memerintahkan terjemahan Italianya dimuat di halaman depan L’Osservatore Romano pada 20 Januari 1916, di tengah Perang Dunia I. Keindahan dan kedalaman doa ini tidak berkurang karenanya.